Novel yang baru saja selesai saya baca adalah sebuah novel lama yang terbit pertama kali tahun 1985 dan telah mengalami cetak ulang hingga kesembilan kalinya.
Novel ini bercerita tentang kisah percintaan diam-diam seorang perempuan Indonesia bernama Sri dengan seorang perwira kapal laut. Keduanya telah terikat perkawinan dengan pasangan masing-masing.
Sri, seorang perempuan Indonesia menikah dengan laki-laki Perancis yang berprofesi sebagai sorang diplomat ernama Charles Vincent, telah memiliki seorang anak perempuan bernama Lintang. Sementara sang perwira kapal seorang lelaki Perancis bernama Michel Dubanton.
Rangkaian keseluruhan cerita terbilang cukup panjang, dimulai dari masa kecil para tokoh, masa remaja hingga masa dewasa keduanya. Sri, tokoh perempuan dikisahkan dibesarkan dalam buadaya Jawa dan kasih sayang segenap keluarga. Masa kecil Sri juga ditekankan pada akivitasnya sebaai penari yang sangat aktif hingga terpilih menjadi penari istana negara, menunjukkan jati diri tokoh perempuan pada novel ini.
Sementara, tokoh Michel Dubanton juga dikisahkan sebagai seorang anak lelaki yang tumbuh dalam lingkungan kasih sayang keluarga yang demikian baik. Cita-cita Michel Dubanton untuk menjadi seorang pelaut telah ditumbuhkan sejak usianya masih belia.
Hingga dalam perjalanan kehidupan, mereka mengalami ketidakbahagiaan dalam mengarungi rumah tangga masing-masing. Waktu jua yang mempertemukan keduanya dalam sebuah perjalanan laut di atas sebuah kapal. Keduanya jatuh cinta pada pandangan pertama dan mengalami chemistry. Ada begitu banyak kesamaan yang mereka temui dalam kedekatan selama pejalanan.
Dalam novel ini NH Dini memberikan kejutan yang tak terduga, ia menghadirkan dua segmen cerita, dimana masing-masing segmen menceritakan secara detail kronologis perjalanan hidup kedua tokoh utama, mula dari masa kecil hingga saat hubungan romantika keduanya berlangsung.
Segmen pertama bertajuk "Penari" menceritakan kisah Sri dari sudut pandang Sri sebagai tokoh aku. Bagian ini terasa sangat feminin, unsur kehalusan sangat terasa pada ungkapan-ungkapan perasaan Sri.
Sedangkan segmen kedua berjudul "Pelaut" menceritakan tokoh Michel Dubanton sejak masa kanak-kanak hingga dewasa dari sudut pandang seorang lelaki. Di segmen ini pula, pembaca disuguhi kisah-kisah pergaulan para petualang laut.
Singkat kata, lewat "Pada Sebuah Kapal" NH Dini telah menghadirkan dua novel dalam satu buku. Versi Sri dan versi Michel Dubanton.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar