Pagi ini ketika menyantap arem-arem, saya tersedak dan segera mengalami batuk-batuk yang cukup hebat. Meminum segelas air putih tidak serta merta menyurutkan guncangan dan rasa panas perih yang saya rasakan dari dalam kerongkongan. Namun beberapa saat kemudian, saya merasakan rasa panas perih sedikit berkurang, juga batuk-batuk saya perlahan mereda.
Nampaknya air yang saya minum telah merangsang produksi liur pada pangkal lidah. Air liur yang kental telah mengikat serpihan arem-arem yang hampir tersesat masuk ke saluran pernafasan, membantu mengembalikannya ke jalan yang benar ke saluran pencernaan.
Ada mitos tentang tersedak, menyebutkan jika kita tersedak artinya kita sedang menjadi objek pembicaraan orang lain. Padahal tersedak merupakan sebuah sebuah kelalaian yang bisa berakibat fatal. Saluran pernafasan dan saluran perncernaan dalam tubuh kita memiliki jalan masuk yang sama yaitu rongga mulut, lalu keduanya berpisah dan pada persimpangan keduanya tedapat sebuah katup yang berfungsi menutup saluran pernafasan saat kita menelan makanan atau minuman, sehingga serpihan makanan/air minum tidak masuk ke dalam saluran pernafasan.
Tersedak, merupakan sebuah alarm bahwa telah terjadi kelalaian saat kita menyantap makanan/minuman. Itulah sebabnya ada sebuah nasihat agar kita tidak berbicara saat makan, agar meminimalisir kecelakan saat menyantap makanan/minuman. Saya bersyukur pagi ini telah tersedak karena alarm tubuh saya berfungsi baik dan telah membantu saya terhindar dari kemungkinan yang fatal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar