Jumat, 30 Mei 2014

A Day with Raisya

Siang ini, tanpa terduga sebuah pesan muncul di chat inbox, mengabarkan kawan lama kami tengah berlibur di Yogya. Segera saja saya, Eda dan Nawal meluncur menuju kawasan Taman Pintar. 

Kami menemui Raisya, Tante Nova ibunya raisya, Janeta, Riska dan Budenya Raisa di food court kawasan wisata ini. Raisya, gadis kecil berusia 4 tahun ini merupakan teman kedua anak saya, Eda dan Nawal, semasa kami tinggal di Bintara, Bekasi Barat. Keluarga kami bertetangga dekat dengan keluarga Raisya, berada dalam satu kontrakan yang sama. Tepatnya, kami sama-sama berstatus kontraktor, he...he...he...

Awal bertemu, Raisya ruapanya sangat malu, sampai-sampai ia menutup wajah dalam pelukan Budenya. Hal ini berlangsung hampir 1 jam, tepat seperti yang dikatakan ibunya. Usai masa malunya berlalu, ia bersama Nawal bermain di gedung PAUD Timur. Saya sengaja mengajak tamu saya ini ke gedung PAUD Timur dengan beberapa pertimbangan. Anak-anak bisa bermain di dalam beberapa ruangan yag masng-masing memiliki tema berbeda, suasana di dalam ruangan juga terasa sejuk, aman dan yang paling penting adalah orang tua dapat beristirahat di ruang tunggu gedung ini. O,ya orang tua tidak diperkenankan ikut masuk ke dalam ruang bermain, kami hanya diperkenankan berada di ruang tunggu. Kami tidak perlu mengkhawatirkan anak-anak karena ada pembimbing yang akan mengawasi anak-anak. Selain itu, ada juga kamera cctv yang dihubungkan dengan monitor di ruang tunggu, sehingga orang tua dapat memantau dari ruang tunggu. 

Usai melepas lelah di Gedung PAUD Timur, kami bergerak menuju Rumah Gerabah. Di Rumah Gerabah ini anak-anak diberi kesempatan berkreasi membentuk tanah lempung yang disediakan. Nawal membuat patung singa, Eda membuat es krim dan Raisya membuat bakso. Ekspresi serius segera menghiasi wajah mereka, mengiringi konsentrasi salam membentuk tanah-tanah lempung di hadapan mereka. 

Waktu yang telah bergulir hingga sore memaksa kami berpisah sebelum malam menjelang. Kami segera mengemas barang dan tentu saja gerabah yang belum usai dibentuk anak-anak. Pembimbing Rumah Gerabah rupnya berbaik hati menyiapkan kantong plastik sebagai wadah pengemas tanah liat dan gerabah yang belum usai terbentuk. Akhirnya sore itu kami berpisah denga membawa buah tangan berupa sekantung tanah liat dari Rumah Gerabah di Taman Pintar. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...