Jumat, 30 Mei 2014

OMAH KOPI OMAH SEDULUR, KARENA SETIAP GENERASI BUTUH RUANG KLANGENAN

Kedai kopi yang kerap kami singgahi ini sungguh-sungguh hanya sebuah kedai sederhana yang menyediakan minuman berkafein. Hawa di dalam ruangan yang tidak sesejuk kafe-kafe mahal.... tidak menyurutkan langkah kami menyinggahi kedai ini untuk sekedar ngopi dan ngobrol, memelihara jalinan pertemanan.

Jika berpuluh tahun silam, ada warung SGPC Bu Wiryo nun di Kampung Bulaksumur sana....maka di Kampung Jetis, kedai ini mencipta sebuah klangenan baru yang menyatukan pertemanan lintas generasi.

Menu aneka kopi dalam tiga puluh toples bertutup merah telah mewakili kegemaran minum kopi bersama di seantero nusantara. Mulai dari berbagai kopi di SUmatera, Jawa, Nusa Tenggara, Bali hingga yang cukup spesifik macam kopi durian dan kopi luwak.

Di tempat ini, saya bisa menjalin keakraban dengan seorang teman yang terpaut usia puluhan tahun dan berbagi pegalaman tentu saja. Obrolan-obrolan mengalir dan beterbangan di udara malam mulai dari obrolan ekonomi, politik, karir hingga berbagai info menarik.

Sebuah keakraban bisa dijalin di mana saja........kedai kopi ini telah menjadi bagian dari keakraban tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...