Jumat, 30 Mei 2014

PEREMPUAN DAN MITOS KECANTIKAN

Minggu lalu, saat memasuki sebuah pusat perbelanjaan saya melihat seorang lelaki berdiri memegang sebuah tabung kecil berisi krim berwarna putih dan beberapa lembar kertas brosur. Tiba-tiba lelaki itu melihat ke arah saya dan segera menghampiri.

Ia memperhatikan wajah saya dan berkata ,"Bu, mari dicoba krimnya supaya mukanya bisa cerah dan flek-fleknya hilang. Jadi cantik lhoo Bu"
Tanpa ba bi bu lagi, ia mengoleskan krim putih pada permukaan punggung lengan saya, memberikan selembar brosur dan secepat itu juga menggiring saya menuju outlet kosmetik.
Saya segera menghindar dan memasang kedua telapak tangan membentuk tanda penolakan. "Tidak, terima kasih!"

Modus mengerikan ini telah menjebak banyak perempuan untuk mengkonsumsi krim pemutih pada permukaan wajahnya. Jika saat itu saya tidak menolak, maka saat itu pula para sales kosmetik ini akan mengoleskan krim pemutih pada kulit wajah saya. Efek instant akan terlihat bahwa wajah yag semula berwarna coklat dan kusam akan segera terlihat halus dan cerah karena dilapisi krim tersebut. Penggunaan dalam tujuh hari akan mengelupaskan kulit ari, selanjutnya warna kulit wajah akan memerah dan hari berikutnya wajah akan memutih cerah berminyak dan tampak cantik jelita.

Saya sudah merasa sangat terbantu dengan menggunakan bedak two way cake, pensil alis, eye shadow dan lipstik dan merasa amazing. Semoga konsep kecantikan kulit cokelat saya tidak berubah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...