Jumat, 30 Mei 2014

Berayun-ayun di Alun-Alun

Di musim libur lebaran, Alun-Alun Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya ramai oleh pengunjung. Para pedagang bersigap menggelar dagangan, begitu pula dengan penyedia arena bermain anak-anak. Ada yang menggelar komidi putar dan ada pula yang menggelar kolam mini berisi ikan-ikan mainan yang siap dipancing.

Tak jauh dari lokasi kolam pancing mini dan komidi putar, saya menjumpai banyak ayunan yang terbuat dari jalinan tali tambang plastik warna-warni. Ada sekitar 23 buah ayunan yang dipasang melintang dari satu batang pohon ke batang pohon lain. Bahkan beberapa patok batang bambu ditanam untuk mengaitkan ayunan-ayunan ini.

Yang bermain ayunan ternyata tak hanya anak-anak, namun ada pula orang dewasa yang menyewanya untuk sekedar tidur-tidur santai. Harga sewa ayunan hanya sebesar Rp.2000 , sepuasnya tanpa batasan waktu.

Menurut Junaidi, sang pemilik usaha, sebenarnya ia bermaksud menjual ayunan-ayunan tersebut. Penyewaan hanya sebagai bagian dari promosi belaka. "Untuk promosi saja...kalo sudah merasa nyaman memakainya, siapa tahu berminat membeli dan memasangnya di rumah", tutur pria asal Subang ini.

Junaidi memulai usahanya sejak tahun 1994. Pada hari-hari biasa ia hanya diperbolehkan memasang 3 buah ayunan dengan area terbatas hanya di bagian depan Alun-Alun. Pembelianpun hanya berkisar 6-10 buah ayunan perharinya. 

Namun, berkah lebaran rupanya turut menghampiri pria berusia 45 tahun ini. Selama lebih dari seminggu libur lebaran ia diperbolehkan memasang 23 buah ayunan dengan menempati bagian dalam aln-alun. Begitupun dengan omzet penjualannya yang meningkat tajam sekitar 25-35 buah ayunan perharinya.

Junaidi bertekad akan terus menekuni usaha ayunannya ini "Alhamdulillah....saya mantap menjalankan usaha ini..", ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...