Rabu, 31 Juli 2013

Bermain Plastisin di Hari Libur

Mengisi libur sekolah di awal Ramadhan, Rayda dan Nawal menyibukkan diri dengan bermain plastisin.  Saya menyediakan beberapa warna  yag kemungkinan diperlukan oleh mereka: Merah, merah muda, hijau, hijau muda, oranye, kuning, ungu  dan biru. Sayangnya saya tidak mendapatkan warna hitam dan putih sebagai pelengkap.  Tapi, warna-warna yang ada sudah sangat lengkap dan memadai  sebagai media bermain dan belajar anak-anak.

Saya turut terlibat dalam aktivitas membentuk  karya tiga dimensi ini. Anak-anak  saya betaaahhh sekali  bermain plastisin. Ini merupakan salah satu permainan  kesukaan mereka sejak masih berusia  3 tahun.  

Beda tingkatan usia maka beda pula bahan plastisin yang saya gunakan.  Ketika anak-anak saya masih berusia batita, saya membuat sendiri plastisin yang akan digunakan anak-anak. Agar aman jika tertelan oleh anak-anak, adonan plastisin yang saya sediakan terbuat dari campuran tepung terigu, air, garam halus dan pewarna makanan.   Uleni semua bahan hingga kalis (tidak lengket di tangan) maka anda akan mendapati plastisin yang aman bagi batita/balita anda.



Tips Membuat Plastisin

Ada beberapa tips ringan yang perlu diperhatikan dalam membuat plastisin tepung terigu ini.
Pertama jangan meremehkan peranan garam. Garam merupakan salah satu elemen penting yang tidak boleh dilupakan dalam membuat adonan plastisin ini. Kenapa?  Karena garam mempunyai sifat mengikat air maka kekenyalan dan kelembaban  adonan plastisin dapat lebih bertahan lama.   

Kedua, simpanlah plastisin dalam wadah tertutup rapat jika tidak digunakan agar plastisin tidak mengering. Penyimpanan sebaiknya dilakukan secara terpisah antara warna satu dengan warna lain agar tidak terjadi percampuaran antar warna.

Ketiga, jika plastisin mongering basahi pemukaannya dengan air, lalu uleni hingga kalis. Plastisin siap digunakan kembali.

Ketika anak-anak saya  memasuki usia 5 tahun,  mereka mulai  memahami benda-benda mana yang tidak bisa atau tidak boleh dimakan. Maka saat itulah saya mulai mengganti plastisin dengan bahan yang terbuat dari lilin malam yang lembut (lilin mainan) dan berwarna-warni.   

Tips ringan lain seputar lilin mainan ini, jika plastisin lilin ini  terasa terlalu kaku atau keras  untuk dibentuk oleh anak-anak sebaiknya dicampur menggunakan krim hand body berbasis minyak (biasanya saya menggunakan merk Nivea).  Ada dua keuntungan sekaligus yang bisa didapat: kekenyalan lilin plastisin dan keharuman wangi yang didapat dari  krim hand body.


Manfaat Bermain Plastisin Bagi Anak-Anak

Meski bermain plastisin nampaknya sederhana, namun  banyak sekali manfat yang bisa didapat. Antara lain mengaktifkan motorik kasar dan motorik halus pada jari jemari anak,  pengenalan warna,  bermain imajinasi,  melatih kesabaran anak, merangsang indera peraba dan kemampuan kinestetik anak.

Alhasil, setelah lebih dari dua jam asyik bermain, maka  tersajilah beberapa karya  kecil  dari lilin plastisin. Oya, sebagai panduan membentuk lilin plastisin, saya menggunakan buku cara menghias cup cake dengan fondant. Selamat mencoba :)





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...