Jalur Yogya-Klaten merupakan jalur yang cukup memadai bagi pelintas pemula seperti saya. Jalan raya ini terbilang aman untuk ukuran jalan luar kota, karena adanya pembatas jalan yang membagi jalan menjadi 2 arah.
Pengalaman pertama melintasi jalan Yogya-Klaten adalah rasa ketidaknyamanan karena kondisi fisik jalan yang tidak rata, dimulai ketika melewati kompleks Candi Prambananan. Adanya tambalan-tambalan aspal menjadikan jalan terasa bergelombang, sehingga mengurangi kenyamanan berkendara.
Usai mengosongkan muatan, truk-truk beranjak kembali ke penambangan pasir untuk mengangkut muatan
Aktifitas rutin dari truk-truk pengangkut pasir Merapi rupanya menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan penghubung antar provinsi ini.
Namun menjelang Idul Fitri, Pemda Klaten rupanya sigap berbenah. Sejak beberapa bulan terakhir, dilakukan perbaikan hampir menyeluruh di sepanjang jalur utama arus mudik ini. Pada beberapa titik, terlihat rombongan-rombongan pekerja melapisi jalan raya ini dengan aspal yang cukup tebal.
Alhasil, pertengahan bulan puasa ini, untuk pertama kalinya saya merasa nyaman melaju di Jalan Raya Yogya-Klaten.
Jalan Raya Yogya-Klaten di malam hari


Tidak ada komentar:
Posting Komentar