Yogya hari ini adalah pesta siang malam pasukan crane dan traktor yang tak henti menyusun kubikal-kubikal beton, yang nampaknya sama mudahnya seperti anak-anak menyusun kotak-kotak korek api hingga menjulang. Sebegitu tingginya hingga cahaya matahari kelak tak mampu menerobos gubuk-gubuk tersisa. Sebegitu tingginya hingga kelak, kau hanya bisa memandang keindanhan merapi hanya lewat baliho-baliho yang tak kalah menjulang.
"Hahh...apa asyiknya menyaksikan keindahan gunug lewat sebuah baliho?" Ah...kau ini sungguh tidak kreatif, gunakan imajinasimu....sekali lagi imajinasi! Kau harus tahu, hidup tanpa imajinasi itu sungguh menyedihkan. Begini..tentang Merapi yang tak dapat kau nikmati lewat imajinasimu itu: Bukankah kau juga memandang Merapi hanya dari kejauhan? Bukankah kau nyaris tak pernah menyentuhnya secara langsung? Nah....apa bedanya antara memandangnya dari kejauhan dengan memandangnya lewat sebuah baliho? Bukankah kau akan mendapatkan pemandangan yang sama indahnya? Imajinasi, teman...sekali lagi imajinasi.
Begitulah cara kami bertahan di Yogya. Berimajinasilah, teman!
#NulisRandom2015
#Day9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar