Senin, 22 Juni 2015

Jogging dan Dua Mangkuk Soto

Aku terus menggerakkan kaki, berlari-lari kecil mengitari jogging tack ini. Sungguh mati, otot-otot kakiku seperti mengeras, kejang dan membeku. Jogging track yang kilintasi ini rasanya seperti lintasan keliling bumi......panjang sekali, maklumlah jogging track ini mengelilingi sebuah lapangan sepak bola sungguhan...bukan lapangan futsal yang sekarang sedang marak itu.


Ya..ya.....minggu pagi ini, aku mulai berolahraga kembali...setelah sekian tahun tak menggerakkan tubuh dengan sebaik-baiknya. Usai kepergian sepeda lipatku yang hilang mendadak dicuri orang tak bertanggung jawab tiga tahun silam, mungkin inilah pertamakalinya aku berolahraga kembali. Kau tahu bagaimana rasanya berjogging  setelah sekian tahun tak pernah menggerakkan tubuh? Tubuhku rasanya seperti barang rongsokan yang teronggok dengan karat-karat yang menggerogoti secara perlahan namun pasti.


Sebenarnya, targetku pagi ini sangat sederhana......aku akan berlari sekitar hanya 1-2 putaran lintasan lari ini saja...paling banyak mungkin hanya tiga putaran. AKu akan berhenti berlari jika pedagang lontong sayur langgananku datang dan menggelar dagangannya, tepat di pojok barat daya lapangan sepak bola ini.  Sialnya, hingga menjelang akhir putaran ketiga pedagang lontong sayur itu tak kunjung datang dan menggelar dagangannya. Akhirnya aku tetap melanjutkan berlari-lari kecil.....memasuki lintasan keempat......hingga mulai melintasi jogging track ini ke lima kalinya.

Pada putaran ke lima inilah.....rasanya kakiku mulai membeku.....rasa haus menyerang kerongkonganku.....Aku beberapa kali hampir tersungkur mencium balok-balok semen di sepanjang lintasan. Aku menyerah pada akhir putaran  ke lima saat menyadari bahwa pedagang lontong sayur yang kutunggu nampaknya tak akan datang hari ini. Mungkin ia mengalami demam hingga harus beristirahat, mungkin ia butuh berlibur bersama kekasihnya di hari minggu atau mungkin saja ia juga tengah berjogging-ria sepertiku di jalanan atau lintasan jogging track di bagian lain kota ini. Masak seorang pedagang lontong sayur tidak boleh bersenang-senang di hari minggu? Aku mencoba menghibur diri dengan segala kemungkinan itu.


Aku berupaya tidak tersungkur, sebuah kemungkinan yang membuat malu di minggu pagi. AKhirnya aktvitas olahraga ini harus kuhentikan. AKu lapar dan haus setengah mati. Aku menjumpai sorang pedagang soto dan melampiaskan rasa lapar. Hingga dua mangkuk soto dan dua gelas teh manis tandas tak bersisa diiringi senyum kebahagiaan di wajahku.

Ini sungguh kisah yang payah untuk kuceritakan....sebuah kegagalan.....Ya..sudahlah......Minggu depan, semoga aku bisa  lebih tabah dan kuat menghadapi godaan kuliner di depan mataku :)

#NulisRandom2015
#Day7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...