Sebuah lukisan berisi petani dan sawahnya hadir di hadapan saya, tepatnya di monitor laptop saya. Lukisan ini dibuat oleh anak seorang teman. Buat saya, melihat lukisan tersebut rasanya seperti mendapat sebuah kabar baik yang mengobati keguncangan kami. Ya..minggu lalu saya dan banyak teman mengalami keguncangan hati yang dalam atas kepergian seorang teman lama. Padahal saya belum lagi bertemu dengannya sejak tiga belas tahun yang lalu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG
Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...
-
Aku mengenal butir-butirnya di dapur rumah, saat ibu melakukan ritual memasak untuk keluarga. Ibu menggerus butir-butir Ketumbar usai meny...
-
ngat Thailand, tentu ingat sup Tom Yam. Ini kuliner andalan Negeri Gajah Putih yag tersohor. Penasaran dengan menu satu ini, saya mengunjung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar