Senin, 22 Juni 2015

Kepada Budi Santi

Entah kenapa, semalam aku merindukanmu dengan tiba-tiba. Malam yang penuh dengan peluh di sekujur kulit lantaran cuaca berganti musim. Malam yang melelahkan semua orang yang terlelap. Dan tentu saja malam yang aneh, karena wajahmu tiba-tiba hadir dalam benakku.

Entah kenapa, semalam aku membayangkanmu bercakap-cakap denganku di sore yang basah oleh gerimis berkepanjangan. Sore yang dingin menggigilkan kulit kita hingga selembar jaket mungkin tak cukup untuk kita kenakan.Kita berjalan dalam sebuah gedung pertokoan tua yang menawarkan barang-barang usang yang tak menarik hati. Satu-satunya yang menarik hanya perbincangan kita. Perbincangan kisahmu dan kisahku.  

Tentang perburuan berita yang harus kau geluti sepanjang hari. Tentang kegilaanmu chatting sepanjang malam dengan  lelaki pelautmu nun di seberang Atlantik. Pertemuanmu dengan sang Pelaut saat kapalnya berlabuh di teluk itu. Bahkan ketika akhirnya kau kecewa padanya. Semua masih ada di telingaku, masih tersimpan rapi.

Kau tahu, kau menjadi salah satu penyemangatku ketika aku harus menghadapi ketakutanku yang menggila, saat menghadapi persalinan pertamaku. Pesan-pesan pendekmu sampai di layar hapeku, penuh bahasa penyemangat  meski aku tetap tergugu dalam ketakutan yang sangat itu. Meski pada akhirnya aku hanya bisa pasrah menghadapi ketakutan itu. Ada satu kegembiraan yang harus kulewati bersamamu dan beberapa teman. Ajakanmu berkeliling kota demi merayakan peluncuran awal bis-bis kota yang kala itu tak berbayar, sungguh harus kuabaikan. Padahal, sungguh-sungguh aku tergiur untuk berkeliling kota bersamamu dan teman-teman lain, dengan perut  hamilku yang gendut itu......pasti menyenangkan.

Kau tahu, anakku yang saat kelahirannya kau iringi dengan semangat yang sungguh-sungguh itu kini telah berusia 10 tahun, hari ini. Mungkin ia tak mengenalmu, seorang teman lama ibunya yang dengan hati penuh telah mendoakan kehadirannya ke dunia.

Entah kenapa, semalam aku tak bisa melelapkan diri meski kantuk menyerangku sedemikian rupa. Mungkin kau hadir dengan tiba-tiba dalam perayaan senyap kelahiran anak pertamaku itu.

Entah kenapa, tiba-tiba aku merindukanmu...........

#NulisRandom2015
#Day5 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...