Senin, 22 Juni 2015

Bersin-Bersin dan Segelas Teh Panas

"Hatsyi...!!! Hatsyi...!!!"

Kepalaku  terangguk-angguk hebat dan mengeluarkn suara keras,

"Hatsyii...!!.....Hatsyii...!!"Alih-alih menyeruput teh dalam gelas di hadapanku, aku malah meniupnya tak sabar. Bapak tua pemilik kedai nampaknya tak cukup cermat mengamati pesananku. Aku memesan teh hangat dan ia menerjemahkannya dengan menuangkan air mendidih ke dalam gelas berisi daun teh kering yang lengkap dengan batang-batang tua di dalamnya.

Sesungguhnya keinginanku sederhana saja, aku ingin menyeruput segelas teh hangat untuk meredakan bersin-bersin yang menyerang hidungku pagi ini. Minggu pagi, usai  berolahraga yang hanya bisa kulakukan seminggu sekali ini, tiba-tiba aku diserang bersin-bersin tak berkesudahan. Serangan ini cukup mengganggu dan segera saja aku menghampiri kedai kecil itu untuk memesan segelas teh hangat. Butuh waktu cukup lama bagi rongga mulutku untuk menerima kehangatan dari seduhan teh itu. "Hatsyii...!!...Hatsyii...!!!" Sementara menunggu panasnya reda di dalam gelas besar itu, aku mengedarkan pandangan ke sekililingku. Kedai Bapak tua ini bukan satu-satunya kedai makanan di sini. Kedai ini bersama sekitar delapan kedai lainnya berada dalam satu naungan sebuah pendopo besar terbuka berukuran 10 meter persegi. Hampir seluruh kedai di sini menyajikan jajan pasar dan hidangan sarapan tradisional Jawa, serta tentu saja minuman  teh dan kopi dalam dua pilhan panas dan dingin. Minuman hangat, seperti yang kupesan, nampak masuk dalam kategori minuman panas yang secara harfiah bersuhu hampir mendekati suhu air mendidih. Ramuan yang kuanggap mampu meredakan bersin di hidungku, setidaknya dalam beberapa jam ke depan.

Perubahan suhu dalam gelas di hadapanku ini membutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa kunikmati untuk menghangatkan dinding rongga hidung bagian bawahku yang terhubung dengan rongga mulut.  Serangan bersinku mereda, gatal-gatal di rongga hidungku berkurang.

#NulisRandom2015
#Day10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...