Mengisi libur sekolah di awal Ramadhan, Rayda dan Nawal
menyibukkan diri dengan bermain plastisin.
Saya menyediakan beberapa warna
yag kemungkinan diperlukan oleh mereka: Merah, merah muda, hijau, hijau
muda, oranye, kuning, ungu dan biru.
Sayangnya saya tidak mendapatkan warna hitam dan putih sebagai pelengkap. Tapi, warna-warna yang ada sudah sangat
lengkap dan memadai sebagai media
bermain dan belajar anak-anak.
Saya turut terlibat dalam aktivitas membentuk karya tiga dimensi ini. Anak-anak saya betaaahhh sekali bermain plastisin. Ini merupakan salah satu
permainan kesukaan mereka sejak masih
berusia 3 tahun.
Beda tingkatan usia maka beda pula bahan plastisin yang saya
gunakan. Ketika anak-anak saya masih
berusia batita, saya membuat sendiri plastisin yang akan digunakan anak-anak. Agar
aman jika tertelan oleh anak-anak, adonan plastisin yang saya sediakan terbuat
dari campuran tepung terigu, air, garam halus dan pewarna makanan. Uleni
semua bahan hingga kalis (tidak lengket di tangan) maka anda akan mendapati
plastisin yang aman bagi batita/balita anda.
Tips Membuat Plastisin
Ada beberapa tips ringan yang perlu diperhatikan dalam
membuat plastisin tepung terigu ini.
Pertama jangan meremehkan peranan garam. Garam merupakan
salah satu elemen penting yang tidak boleh dilupakan dalam membuat adonan
plastisin ini. Kenapa? Karena garam
mempunyai sifat mengikat air maka kekenyalan dan kelembaban adonan plastisin dapat lebih bertahan lama.
Kedua, simpanlah plastisin dalam wadah tertutup rapat jika tidak
digunakan agar plastisin tidak mengering. Penyimpanan sebaiknya dilakukan
secara terpisah antara warna satu dengan warna lain agar tidak terjadi
percampuaran antar warna.
Ketiga, jika plastisin mongering basahi pemukaannya dengan
air, lalu uleni hingga kalis. Plastisin siap digunakan kembali.
Ketika anak-anak saya memasuki usia 5 tahun, mereka mulai
memahami benda-benda mana yang tidak bisa atau tidak boleh dimakan.
Maka saat itulah saya mulai mengganti plastisin dengan bahan yang terbuat dari
lilin malam yang lembut (lilin mainan) dan berwarna-warni.
Tips ringan lain seputar lilin mainan ini, jika plastisin
lilin ini terasa terlalu kaku atau
keras untuk dibentuk oleh anak-anak
sebaiknya dicampur menggunakan krim hand body berbasis minyak (biasanya saya menggunakan
merk Nivea). Ada dua keuntungan
sekaligus yang bisa didapat: kekenyalan lilin plastisin dan keharuman wangi
yang didapat dari krim hand body.
Manfaat Bermain
Plastisin Bagi Anak-Anak
Meski bermain plastisin nampaknya sederhana, namun banyak sekali manfat yang bisa didapat.
Antara lain mengaktifkan motorik kasar dan motorik halus pada jari jemari
anak, pengenalan warna, bermain imajinasi, melatih kesabaran anak, merangsang indera
peraba dan kemampuan kinestetik anak.
Alhasil, setelah lebih dari dua jam asyik bermain, maka tersajilah beberapa karya kecil
dari lilin plastisin. Oya, sebagai panduan membentuk lilin plastisin, saya
menggunakan buku cara menghias cup cake dengan fondant. Selamat mencoba :)

























