Pagi ini saya berbelanja di pasar legi, sebuah pasar tradisional di kawasan bugisan yogyakarta. Saya membeli kebutuhan memasak untuk hari ini, ayam, telur, tempe dan sayur sop. Selain itu beberapa stok juga harus saya beli, beras, bumbu dapaur, kecap, serta penganan untuk anak-anak.
Hal menarik ketika berbelanja di sini, sebagian besar pembeli telah menyiapkan diri membawa tas belanja dari rumah, sesuatu yang jarang saya jumpai di kota lain.
Tas belanja tersebut terbuat dari karung plastik, biasanya bekas kemasan terigu. Beberapa pedagang menjualnya seharga dua ribu rupiah.
Saya tidak ketinggalan, turut membawa tas belanja tersebut. Hal utama yang saya rasakan adalah kepraktisan. Ketika berbelanja, barang yang saya beli tidak perlu di kemas dua kali. Biasanya penjual harus mengemas barang yang dijual dengan plastik bening dan kantong plastik kresek. Kali ini barang belanjaan hanya dikemas kantong plastik bening secukupnya lalu plung! Langsung dimasukkan ke dalam tas belanja.
Dulu, jika berbelanja, jemari saya sering perih menahan berat akibat harus memegang beberapa kantong kresek sekaligus.
Entah disadari atau tidak, para pedagang dan pembeli di pasar ini sesungguhnya tengah menjalani gaya hidup yang ramah lingkungan, yaitu mengurangi penggunaan kantung plastik. Sesuatu yang biasanya hanya kita dengung-dengungkan saja lewat media.
Yk, 25 Agustus 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG
Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...
-
Aku mengenal butir-butirnya di dapur rumah, saat ibu melakukan ritual memasak untuk keluarga. Ibu menggerus butir-butir Ketumbar usai meny...
-
ngat Thailand, tentu ingat sup Tom Yam. Ini kuliner andalan Negeri Gajah Putih yag tersohor. Penasaran dengan menu satu ini, saya mengunjung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar