![]() |
| Bor maual eukuran mikro, untuk menarik keluar syaraf gigi |
![]() |
| Dentist menggunakan alat lup (lensa) yang ditanam pada kacamata. Tangan kirinya menggunakan cincin yang berisi kumpulan beberapa bor mikro manual. |
![]() |
| Untuk mengukur kedalaman saluran akar, dentist menggunakan scanner yang dihubungkan dengan sebuah monitor mini. |
![]() |
| Saliva Injector (penyedot ludah), ujungnya disambung pipa biru lancip, untuk keperluan irigasi menyedot cairan pembersih pada lubang gigi. |
![]() |
| Foto gig yang dipasang jarum bor mikro, untuk keperluan rontgen. |
Sudah 7 kali saya mengunjungi seorang dentist di RS Gigi & Mulut Prof Soedomo UGM. Saat ini saya tengah menjalani pearawatan akar gigi, disebabkan lubang besar pada salah satu gigi geraham.
Dentist yang merawat saya mengalami kesulitan menemukan sebuah syaraf gigi yang harus dicabutnya. Dari hasil rontgen diketahui salah satu akar gigi saya sangat panjang sehingga sehingga sulit dijangkau. Kondisi ini diperparah oleh kecilnya lubang akar gigi, ini dipengaruhi faktor usia. Menurut sang dentist, semakin tua usia seseorang maka saluran akar gigi akan semakin menyempit.
Ada kalanya gigi kita yang berlubang sudah tidak bisa ditambal akibat lubang yang terlalu besar & mengenai bagian syaraf.
Opsinya ada 2: Dicabut atau menjalani perawatan saluran akar gigi.
Jika memilih opsi kedua, pasien akan diberi obat pemati syaraf gigi, lalu bagian dalam gigi berlubang dibor hingga bersih.
Selanjutnya, bor mikro itu di masukkan ke dalam saluran akar gigi yang kecil sekalai. Tangan kiri Dentist pegang kaca pantul sementara jari kanan pegang bor mikro manual. ALat ini akan mencapai syaraf dan diputar2 manual oleh Dentist, jika kira2 terlilit jarum bor maka Dentist akan menariknya lalu syaraf gigi akan terputus & tercabut.
Akar gigi yang sudah dicabut syarafnya, kemudian diisi semacam semen , bagian lubang diisi juga, terakhir gigi ditambal permanen. Akhirnya gigi yang berlubang besar bisa diselamatkan deh...
Proses ini memakan waktu yang tidak sebentar, bisa bolak-balik ke Dentist sampai 5-6 kali. Tentu dibutuhkan kesabaran anatara pasien dan Dentist.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar