Rabu, 27 Mei 2015

Gudeg, suvenir peninggalan Daendels

Sepiring gudeg di pagi hari membawa saya mengarungi perjalanan pahit bangsa ini.
Sepiring gudeg di pagi hari adalah suvenir abadi peninggalan Herman Willem Daendels dan penaklukannya atas tatanan lama di tanah Jawa.

Konon, hidangan gudeg lahir di tengah keprihatinan rakyat Yogya saat masa tanam paksa. Buah Nangka menjadi pilihan karena tidak termasuk dalam jenis tanaman yang masuk wajib tanam kala itu. Pohon Nangka bebas ditanam di pekarangan rumah warga. Adapun rasa manis, ditengarai berasal dari gula jawa yang menjadi satu-satunya bumbu dapur yang bisa diraih. Krecek mungkin juga menjadi satu-satunya hiburan lauk yang menemani hidangan ini, krecek sendiri merupakan lauk yang terbuat dari kulit sapi. 




Demikianlah, semua komponen gudeg sesungguhnya merupakan bahan makanan yang dianggap sebelah mata.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...