Sabtu, 12 Maret 2016

KASUR PEGAS PENINGGALAN BAPAK

Kasur ini berusia separuh umurku yang beberapa bulan lagi genap empat puluh tahun. Ini adalah kasur peninggalan kedua orangtuaku. Bapak membelinya saat mendapat uang tambahan di perusahaan tempatnya bekerja.
Kasur ini adalah jenis kasur berpegas yang merknya terkenal pada masanya. Memilikinya kala itu seperti semacam mimpi. Maklumlah, kasur berpegas kala itu hanya dapat kami saksikan di layar televisi, biasanya dipromosikan sebagai hadiah sebuah acara kuis televisi. Saya dan adik-adik menaiki kasur pegas itu dengan riang, meloncat-loncat di atasnya dengan gaya super norak....rasanya seperti mendadak menjadi OKB.
Selama kurun dua dasawarsa, kasur ini. Telah pasrah menjadi tempat kami melelapkan diri, melepas penat. Semula, benda itu menjadi peraduan di kamar Bapak dan Ibu. Ketika Bapak wafat, saya menemani ibu untuk tidur bersamanya. Terkadang bertiga bersama bayi saya. Tahun berlalu, saya kembali memiliki seorang anak dan ibu menyusul Bapak, berpulang ke hadapanNya. Kasur berpegas itu, berpindah kamar. Kami menggotongnya ke kamar saya. Ia membantu saya meninabobokan anak-anak. Anak-anak saya, sebagimana saya dan adik-adik, kerap melampiaskan keriangan di atas kumpulan pegas itu, melompat-lompat di atas trampolin dadakan itu.
Kini saya perhatikann permukaannya robek di sana-sini, terkadang bau apek dan tua tercium samar. Saya mahfum dengan bau tersamar itu, sebab saat masih bayi, anak-anak saya tak jarang mengompol di atas permukaannya. Kasur berpegas peninggalan Bapak nampaknya telah lelah. Aku hendak membebaskannya dari tugas panjangnya selama ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...