Ona, demikia ia kerap disapa. Saya mengenalnya lewat foto-foto lini masa grup alumni Gajah Mada. Hingga suatu masa, di akhir 2012 saya berkesempatan berkenalan secara langsung dalam sebuah jumpa darat di Legend Cafe, Kotabaru.
Sebelumnya, saya sempat penasaran setengah mati dengan Ona. Bagaimana tidak, ia hadir di banyak acara kopdar dengan lokasi berbeda, kota yang berbeda bahkan terkadang beda provinsi dan beda pulau. Eksistensinya di jagad pertemanan alumni sungguh tak terbantahkan. Di mana ada kopdar maka di situ ada Ona. Hingga sebuah mahkota sempat dianugerahkan kepadanya: Ratu Kopdar.
Saya kurang tahu pasti siapa yang menyematkan gelar bergengsi itu kepadanya. Lain waktu, muncul pula sebuah idiom "Kopdar Tanpa Ona bagai Sayur tanpa Garam". Ini sebuah gejala ketergatungan akut akan kehadirannya dalam gelaran kopdar-kopdar di kalangan warga kampung.
Bagi yang pernah bertemu dengannya, pasti tahu pasti bagaimana perawakannya. Ia bertubuh mungil (bukan muka ngiler ya.....! Mohon dicermati). Namun penampakan tubuh kecilnya itu sepertinya mengecoh banyak orang. Banyak yang tidak tahu bahwa ia penggemar kuliner yang parah. Bahkan ada pula yang menjulukinya : Body Sedan Muatan Tronton.
Namun demikian, jangan meragukan kesetiaannya sebagai seorang teman. Suatu hari saya pernah hampir mati kelaparan, sungguh-sungguh kelaparan dalam sebuah perjalanan antar kabupaten. Saya baru saja menjalankan tugas dalam persiapan sebuah perhelatan kesenian. Demi menemui anak-anak di rumah, saya memaksakan diri pulang dalam keadaan tak memiliki uang dan bensin pas-pasan di jalan. Lokasi terdekat saya adalah kediaman kost Ona. Maka saya nekad menemuinya, menceritakan nasib apes itu. Ia meminjamkan saya uang untuk bekal perjalanan kembali ke rumah. Tak lupa ia mentraktir saya makan siang, hingga perut saya kenang tak terkira dan saya selamat dari kemungkinan mati kelaparan hari itu. Rupanya Ona tahu, saya kelaparan hari itu.
Belum sempat saya ganti mentraktirnya, ia sudah mentraktir saya lagi dalam kesempatan ulang tahunnya yang bersamaan dengan waktu kegiatan Idul Kurban grup Kampung.
Sebagai teman yang baik, saya mendoakannya lekas merampungkan tugas belajarnya. Namun itu adalah suatu dilema, jika ia lulus maka kemungkinan besar ia akan pulang kampung. Artinya, kopdar-kopdar akan terasa sunyi tanpa kehadirannya.
Dan saya juga mendoakannya lekas melepaskan status jomblonya itu, tentu saja dengan kekasih hati yang se-asoy dirinya. Saya sih yakin seyakin-yakinnya Ona adalah seorang jomblo yang baik hati, peramah dan sopan. Ia adalah seorang Single Happy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar