Sebuah cincin bermata satu tergeletak di antara cincin-cincin lain, di dalam sebuah mangkuk. Pendarnya memikat, sejenak melenakan, melupakan hingar bingar gang sempit pasar tua ini.
Entah siapa pemiliknya yang telah tega melemparkannya ke sudut jejeran lapak loakan ini.
"Pinten, Bu?"
"Kaleh doso"
"Sedoso mawon, njih?"
"Njih"
Sedetik kemudian, usai transaksi, cincin itu beralih kepemilikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar