Tadi pagi, saya menyambangi gang sempit di sisi utara Pasar Beringharjo mencari sekeping koin Benggol, apalagi kepentinngan saya kalau bukan untuk kerikan...he...he..he....
Mencari keping-keping logam tembaga ini tak sulit.....Koin ini bisa ditemukan dalam jumlah cukup banyak di setiap penjual benda-benda kuno di gang samping Pasar Beringharjo. Ada dua jenis koin Benggol yang ditawarkan penjual: Koin mulus bersih dengan cetakan baik untuk kepentingan koleksi...atau....koin yang memiliki pinggiran lebih halus untuk kepentingan terapi tubuh, ya,,itu tadi..untuk kerikan smile emoticon
![]() |
| Salah satu sisi koin Benggol menyajikan info identitas koin tersebut. Koin ini diterbitkan oleh Pemerintah Hindia Belanda (Nederlands Indie) senilai 2,5 sen dengan tahun penerbitan 1945 |
Harga koin berkisar Rp.10.000 hingga Rp.20.000 tergantung kondisi. Koin untuk kerikan harganya paling murah. Menurut pengakuan penjual, koin ini termasuk yang paling sering dicari pembeli untuk keperluan kerik....dan saya termasuk pembeli kategori tersebut pacman emoticon
Koin ini kondang dengan nama Benggol berdasarkan nilainya yaitu 2,5 sen. Di masa kolonial Belanda, selain koin Benggol ini ada juga beberapa koin dengan nama yang didasaran pada nilainya.
1. Bil merupakan koin dengan nilai setengah sen
2. Sen, satuan mata uang senilai 2 Bil
3. Benggol/Gobang, senilai 2,5 sen
4. Kelip, senilai 5 sen
5. Ketip, senilai 10 sen atau 4 Benggol atau 2 Kelip
6. Stalen, senilai 25 sen atau 10 Benggol atau 5 Kelip atau 2,5 Ketip
7. Perak, senilai 100 sen atau 25 kelip atau 10 Ketip atau 4 Stalen
8. Ringgit, senilai 2,5 Rupiah
2. Sen, satuan mata uang senilai 2 Bil
3. Benggol/Gobang, senilai 2,5 sen
4. Kelip, senilai 5 sen
5. Ketip, senilai 10 sen atau 4 Benggol atau 2 Kelip
6. Stalen, senilai 25 sen atau 10 Benggol atau 5 Kelip atau 2,5 Ketip
7. Perak, senilai 100 sen atau 25 kelip atau 10 Ketip atau 4 Stalen
8. Ringgit, senilai 2,5 Rupiah
Istilah-istilah di atas pernah saya dengar dari cerita-cerita mendiang Bapak. Di masa kecil, saya lebih mengenal istilah satuan mata uang dalam Bahasa Hokkian:
1. Ji Go, senilai dengan 25 Rupiah atau Selawe (Jawa)
2. Go Cap, senilai dengan 50 Rupiah atau Seket (Jawa)
3. Ce Pek, senilai dengan 100 Rupiah atau Satus (Jawa)
4. Pek Go, senilai dengan 150 Rupiah atau Satus Seket (jawa)
5. Go Pek, senilai dengan 500 Rupiah atau Limang Atus (Jawa)
6. Se Ceng, senilai dengan 1000 Rupiah atau Sewu (Jawa)
7. Ceng Go, senilai 1500 Rupiah atau Sewu Mang Atus (Jawa)
8. Go Ceng, senilai dengan 5000 Rupiah atau Limang Ewu (Jawa)
9. Ce Ban, senilai 10.000 Rupiah atau Sepuluh Ewu (Jawa)
2. Go Cap, senilai dengan 50 Rupiah atau Seket (Jawa)
3. Ce Pek, senilai dengan 100 Rupiah atau Satus (Jawa)
4. Pek Go, senilai dengan 150 Rupiah atau Satus Seket (jawa)
5. Go Pek, senilai dengan 500 Rupiah atau Limang Atus (Jawa)
6. Se Ceng, senilai dengan 1000 Rupiah atau Sewu (Jawa)
7. Ceng Go, senilai 1500 Rupiah atau Sewu Mang Atus (Jawa)
8. Go Ceng, senilai dengan 5000 Rupiah atau Limang Ewu (Jawa)
9. Ce Ban, senilai 10.000 Rupiah atau Sepuluh Ewu (Jawa)
Masa berganti, nilai mata uang dan sebutannya berganti sesuai zaman dan kebudayaan.



















