Dalam beberapa kesempatan, terkadang saya menggunakan syal sebagai aksen penunjang pakaian yang saya gunakan. Kain ringan berbentuk persegi panjang ini, cukup dikalungkan di leher dan sudah cukup menggantikan aksesoris lainnya. Biasanya tanpa menggunakan anting, gelang atau kalung saya sudah merasa outstanding jika memakai syal, scarft atau bahkan pasmina.........atau...lebih sederhana selendang smile emoticon
Saya mulai tertarik menggunakan jenis kain ringan persegi panjang ini saat melihat istri boss saya menggunakannya. Ia merupakan seorang perempuan cantik dan anggun. Ia pandai mematut diri dan rasanya pantas memakai pakaian apa saja. Saya mulai memberanikan diri mencoba beberapa tips ringan seputar aksesoris fashion semisal penggunaan bangle, kalung hingga syal.
Alhasil, beberapa kali berangkat ke kantor saya yang biasanya 'sebodo amat' dengan penampilan, mulai mencoba tips ringan tersebut. Terutama sekali saya mencoba penggunaan syal, pashmina, scaft dan stole......pokoknya semua saudaranya selendang deh....
Beberapa rekan kerja senang dengan perubahan penampilan saya.....dan hmm....sayapun merasa senang mendaat dukungan teman-teman, kemudian mulai pede dan nyaman menggunakannya.
Lain waktu, saat hendak berangkat ke kantor, saya berpapasan dengan seorang tetangga. Ia tertegun melihat saya yang memakai baju resmi namun menggantungkan syal di leher. Lalu ia bertanya "Mau pengajian di mana, Bu?"
Setengah jengkel saya menjawab "Mau melayat, pak!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar