Kamis, 05 Maret 2015

Minggu Pagi di Lapangan Mancasan

Lapangan sepakbola terbuka yang dikelilingi sebuah jogging track.
Beberapa anak dan orang dewasa tengah berolahraga lari dan jalan di intasan ini


Jadwal pengguna Lapangan Mancasan Cukup banyak kalangan masyarakat yang memanfaatkan lahan ini,
mulai dari kesebelasan tarkam hingga berbagai institusi sekolah.
Mungkin Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Kidul di seputar Keraton merupakan lapngan terbuka yang paling populer di seantero Yogyakarta. Padahal, masih ada lapangan terbuka lain yang lebih dari layak untuk ditongkrongi. Salah satunya Lapangan Mancasan ini yang terletak di Kampung Ketanggungan, Wirobrajan.
Papan nama Paguyuban Pengelola Lapangan Mancasan.
Papan nama ini berisi info alamat pengelola dan ketentuan/tata tertib penggunaan lapangan.
Sebuah kalimat berbunyi "MENCLA MENCLE" tampak jelas menutupi sebagian aturan.



Lapangan sepakbola ini berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat dan manfaatkan secara rutin oleh berbagai komunitas sepakbola dan institusi pendidikan. Karena letaknya yang tidak berada di pinggir jalan raya inilah, suasana di sini tak sepadat lapangan lain. Namun, inilah kenyaman yang bisa kita nikmati, jauh dari hiruk-pikuk pedagang dan sampah-sampah yang bertebaran sisa bungkus makanan.
apan status lahan Lapangan Mancasan.
Latar belakang adalah gedung Kantor Kelurahan Wirobrajan

Sebuah cermin fish eye akhirnya di pasang di salah persimpangan yang rawan kecelakaan.
Ruas jalan ini berupa sebuah simpang tiga dengan tikungan 90 derajat. 

Bangunan masjid cukup signifikan menutupi pandangan pengguna jalan pada ruas jalan berikutnya

Sebuah persiapan perhelatan pernikahan di sebuah pendopo
yang terletak di sisi selatan Lapangan Mancasan
 

Sebuah rumah kosong yang terbengkalai.
Halaman rumah ini biasanya digunakan pedagang sayur keliling untuk menggelar dagangannya.

Apa yang terjadi dengan bangunan yang nampaknya cukup kokoh ini? Siapa pemiliknya?



Saya membandingkan langsung lapangan ini dengan Alun-ALun Utara, karena kebetulan saya cukup sering menyambangi kedua laha ini di minggu pagi. Jika Alun-Alun Utara telah menjadi semacam "selebriti" bagi para pengunjung terutama turis, maka Lapangan Mancasan ibarat lapangan bagi warga lokal yang sangat kental nuansa private.

Papan skor pertandingan dipasang di sisi timur Lapangan Mancasan 


Inilah lahan terbuka yang masih dikelilingi pohon-pohon besar yang hijau. Lapngan luas yang menjadi saksi pertandingan sepak bola antar kesebelasan kampung-kampung di sekitarnya.


Di lapangan ini saya masih bisa bersantai melepas anak-anak berlari-lari tanpa khawatir mereka hilang dari pandangan. Sebuah kondisi yang membuat saya menghargai lahan terbuka ini dibanding Alun-Alun Utara atau Selatan. Di malam haripun, terkadang kami sekeluarga menikmati bintang-bintang di sini. Sambil menemani anak-anak yang berlari dan melesatkan untir-untir bercahaya ke udara bebas, kami menyeruput teh hangat.

Sebuah latihan sepak bola di minggu pagi.
Kalau melihat papan daftar pengguna, nampaknya ini adalah PS Serangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...