![]() |
| Lapangan sepakbola terbuka yang dikelilingi sebuah jogging track. Beberapa anak dan orang dewasa tengah berolahraga lari dan jalan di intasan ini |
![]() |
| Jadwal pengguna Lapangan Mancasan Cukup banyak kalangan masyarakat yang memanfaatkan lahan ini, mulai dari kesebelasan tarkam hingga berbagai institusi sekolah. |
Lapangan sepakbola ini berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat dan manfaatkan secara rutin oleh berbagai komunitas sepakbola dan institusi pendidikan. Karena letaknya yang tidak berada di pinggir jalan raya inilah, suasana di sini tak sepadat lapangan lain. Namun, inilah kenyaman yang bisa kita nikmati, jauh dari hiruk-pikuk pedagang dan sampah-sampah yang bertebaran sisa bungkus makanan.
![]() |
| Sebuah persiapan perhelatan pernikahan di sebuah pendopo yang terletak di sisi selatan Lapangan Mancasan |
Saya membandingkan langsung lapangan ini dengan Alun-ALun Utara, karena kebetulan saya cukup sering menyambangi kedua laha ini di minggu pagi. Jika Alun-Alun Utara telah menjadi semacam "selebriti" bagi para pengunjung terutama turis, maka Lapangan Mancasan ibarat lapangan bagi warga lokal yang sangat kental nuansa private.
![]() |
| Papan skor pertandingan dipasang di sisi timur Lapangan Mancasan |
Inilah lahan terbuka yang masih dikelilingi pohon-pohon besar yang hijau. Lapngan luas yang menjadi saksi pertandingan sepak bola antar kesebelasan kampung-kampung di sekitarnya.
Di lapangan ini saya masih bisa bersantai melepas anak-anak berlari-lari tanpa khawatir mereka hilang dari pandangan. Sebuah kondisi yang membuat saya menghargai lahan terbuka ini dibanding Alun-Alun Utara atau Selatan. Di malam haripun, terkadang kami sekeluarga menikmati bintang-bintang di sini. Sambil menemani anak-anak yang berlari dan melesatkan untir-untir bercahaya ke udara bebas, kami menyeruput teh hangat.
![]() |
| Sebuah latihan sepak bola di minggu pagi. Kalau melihat papan daftar pengguna, nampaknya ini adalah PS Serangan |









Tidak ada komentar:
Posting Komentar