Rabu, 28 Januari 2015

Setangkup Tempe yang "Hijau"

Pagi ini membeli sepuluh potong tempe yang dibungkus satu-satu dengan daun pisang. Di luar dugaan, mbah pedagang tempe menawarkan apakah tempe yang saya beli mau dibuka satu persatu agar saya tak repot membukanya di rumah. Saya langsung menyetujuinya. Maka kesepuluh tempe langsung ditelanjangi dan disatukan dalam sebuah "mangkuk" besar yang terbuat dari daun pisang, sisa bungkus salah satu tempe.
Hmmm...lumayan juga pikir saya. Saya tak perlu repot mengupasi satu persatu tempe bungkus ini dan mengurangi tumpukan sampah di dapur. Maklum saja, meski cuma berjumlah 10 buah, bungkus tempe-tempe ini cukup menghebohkan untuk ukuran dapur saya yang mungil
Di sisi lain, mbah Penjual Tempe juga bisa menggunakan kembali bungkus tempe tersebut. Re-use, itu istilah yag sering kita ucapkan kalau sedang ngobrol tentang Daur ulang sampah.




Sebenarnya....dalam hati....saya malu juga kepada mbah Penjual Tempe ini. Saya yang sering terlibat diskusi soal lingkungan hidup ternyata masih sering berlaku kurang "hijau" dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan si mbah Penjual Tempe, dia menjalankan prinsip re-use dalam diam.


Jadi deh, diam-diam dan secara sepihak saya menetapkan si mbah sebagai langganan tempe bungkus saya 
smile emoticon
Merdeka!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...