Selasa, 17 Februari 2015

Gembok Cinta dan Harapan Kosong


Saya berharap bangunan gembok cinta di Titik Nol Malioboro  ini tetap kosong, tak menarik perhatian pasangan muda yang tengah menjalin percintaan.
Apa yang kita harapkan dari sebuah gembok dengan tulisan nama kita yang terpasang di monumoen ini? Berharap cinta kita abadi sepanjang masa? Tak tergoyahkan oleh segala badai yang menerjang?
Inilah mitos yang sengaja dibangun dengan memanfaatkan romantika percintaan sepasang kekasih. Bukankah jalinan kasih sayang seyogyanya dipupuk dan dibina berdasarkan niatan dari kedua belah pihak? Semua butuh perjuangan, buka semata-mata menggantungkan nasib pada sebuah benda mati bernama gembok.
Kalau kita googling perihal gembok cinta, maka akan bermunculan bermacam foto berisi monumen dari berbagai negara yang dipadati aneka gembok. Entah sudah beraja juta pasangan kekasih yang menggantungkan harapan pada monumen-monumen gembok cinta.
Sebuah pagar jembatan gembok cinta di Paris bahkan roboh karena beban yang melebihi kapasitasnya. Kalau sudah begini, apakah doa cinta para pasangan itu akan roboh juga, menyusul nasib pagar jembatan itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...