Sebelum film Ada Apa Dengan Cinta booming, empat sutradara muda Indonesia telah menyemai bibit melalui sebuah film indie. Kuldesak, inilah lokomotif kebangkitan kembali film Indonesia. Sebuah film hasil kerja gotong royong berbagai pihak, mulai dari produser, sutradara, bintang utama, penulis skenario dan seluruh kru yang kerja bakti demi menyambung sebuah mata rantai yang terputus, mata rantai sinema Indonesia.
Film ini berisi empat cerita pendek yang satu sama lain tak berhubungan sama sekali, masing-masing film disutradari oleh Mira Lesmana, Nan T achnas, Riri Riza dan Rizal Mantovani. Meski benak penonton dipenuhi teka-teki dalam mencari benang merah antar cerita, tetapi tak mengurangi antrian penonton di loket-loket gedung bioskop. Kami, para anak muda yang memenuhi antrian itu merasa terhibur dengan sajian film-film ala video klip ini. Ya....satu-satunya benang merah antara film ini dengan para penontonnya adalah keindahan adegan yang bak video klip sebuah lagu. Kronologi cerita sudah bukan masalah lagi kala itu, bahkan anggapan bahwa Kuldesak mengambil ide film Four Rooms juga bukan hal penting.
Dalam sebuah talkshow di Fakultas Sastra UGM, Mira Lesmana mengungkapkan sebuah misi: Keuntungan film ini akan digunakan untuk produksi film berikutnya, demikian seterusnya ia berharap ada efek domino yang menjalar dari proyek percobaan serius mereka ini.
Tahun-tahun berikutnya, saya mendapati Rizal Mantovani yang sukses dengan Jailangkung, Nan T Achnas dengan Pasr Berbisik dan Bendera, Mira Lesmana memproduseri film Petualangan Sherina, Gie, Ada Apa Denga Cinta, trilogi Laskar Pelangi. Tak ketinggalan Riri Riza yang menyutradarai Petualangan Sherina, Eliana Eliana.
Sejak itu, kereta perfilman Indonesia mulai melintasi rel waktu, menyinggahi stasiun-stasiun. Gerbong-gerbongnya mempersilahkan diri dimasuki para penonton yang hendak turut dalam petualangan kereta ini.
Sejak itu, kereta perfilman Indonesia mulai melintasi rel waktu, menyinggahi stasiun-stasiun. Gerbong-gerbongnya mempersilahkan diri dimasuki para penonton yang hendak turut dalam petualangan kereta ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar