Kamis, 30 Mei 2013

Workshop Menggambar Figur Fiksi Untuk Anak

Ketika saya mengabarkan Rayda tentang Workshop Menggambar Figur Fiksi Untuk Anak bersama Charlotte Schleiffert, seorang seniman asal Belanda, dia sangat antusias. 


Rayda yang kadang sulit dibangunkan pada pagi hari, tiba-tiba membangunkan diri pada dini hari pukul 05.00. 
Ia langsung mandi dan sarapan dengan sendirinya (biasanya harus diseret-seret sama ibunya :p). 

Pukul 08.30 kami sudah tiba di Rumah Seni Cemeti, kegiatan berlangsung 1 jam kemudian. 
Walaupun kegiatan workshop belum dimulai, anak-anak berkesempatan melihat-lihat sejumlah karya seni di ruang pamer. 


Saya was-was dengan tur mandiri yang dilakukan anak-anak saya, membayangkan tangan-tangan mereka yang penasaran dan memegang karya-karya seni ....lalu....gubrakkk!!....
Untunglak bayangan jelek itu tidak menjadi kenyataan. 

Kira-kira pukul 09.30 Mbak Sita membuka workshop dengan memperkenalkan Charlotte Schleiffert dan sedikit gambaran tentang workshop. 
Perkenalan

Sebanyak 20 anak digiring ke ruangan besar berukuran kira2 10x10m (kira-kira aja nih...luasnya bisa untuk acara tahlilan 100 orang). 


Pertama-tama, anak-anak diperlihatkan menggambar figur secara langsung dari ukuran tubuh manusia yang sebenarnya. 
Seorang kakak asisten residensi menjadi relawan untuk penggambaran langsung ini. 
Kakak ini tidur terlentang di atas media gambar dari karton berukuran 3x0,5m. 
Lalu Charlotte menggambar outline keseluruhan tubuh kakak relawan ini menggunakan pensil. 


Membuat outline figur langsung dari ukuran tubuh sebenarnya


Selanjutnya anak-anak peserta workshop langsung mempraktekkannya dengan teman di sebelahnya masing-masing. 
Mereka saling bergantian menggambar outline tubuh temannya. 
Usai membuat outline sebagai dasar melukis figur, selanjutnya masing-msing anak diberikan topeng tradisional sebagai referensi menggambar karakter wajah figur. 

Maka dimulailah petualangan warna pada pagi itu. 
Rayda & Nawal bolak-balik memberi warana pada lukisan figur masing-masing, mencelup warna merah, hijau, biru, kuning, hitam dan mengulasnya pada karton putih. 
Nawal melukis figur plus topeng

Iya....poles-poles.....apapun hasilnya.....

Colak colek cat akrilik

sebelum mencolek warna lain, kuas harus dibersihkan pakai air dulu

Rayda full konsen di tengah suasana workshop

wajah topeng figur mulai terlihat

Saatnya mewarnai tangan

Ternyata Rayda mewarnai tangan figur dengan cara meliuk-liuk seperti pita

Keseluruhan figur karya Rayda

Keseluruhan figur karya Nawal



Membentuk figur-figur imajinasi mereka. 
Tak puas mengulas warna, anak-anak diberikan kesempatan menggunting aneka kertas dan menempelkannya pada media lukis. 

Usai workshop, setiap anak bisa membawa pulang topeng yang telah mereka lukis, namun hasil lukisan yang masih basah baru bisa diambil sore harinya



Inilah hasil karyaku.....

PEMANDU WISATA CILIK

Ketika berwisata ke Kebun Binatang Gembira Loka, petugas loket memberikan selembar peta petunjuk. 
Nawal segera mengambil alih peta tersebut. 
Maka sejak itu, ia menjadi pemandu jalan kami. 


Peta Petunjuk Gembira Loka Zoo


mereka-reka letak kandang orang utan


Sepanjang perjalanan ia kerap berhenti tiba-tiba dan dengan penuh konsentrasi menunjuk pada gambar di peta, mencocokkan dengan keadaan di sekitarnya. 


Kakak Eda konsen memotret kura-kura, Adik Nawal konsen pada peta 


Saat tiba di kandang Orang Utan, ia akan menunjukkan peta pada gambar orang utan, 
"Ini lho....kita sudah ada di sini....di tempat Orang Utan". 



Sambil jalan, mata Nawal tidak lepas dari peta


Memasuki kompleks kecil satwa Reptil, ia juga akan mengingatkan kami pada peta petunjuk itu. 
Bahkan tak segan ia akan menggelar peta itu di sembarang tempat, di tengah jalan sekalipun...



Akhirnya gelaran di tengah jalan 


Menunjuk pada peta,  letak kandang rusa yang tepat di depan mata


Ayah tak luput untuk diajaknya berdiskusi tentang lokasi kami saat ini atau hendak ke arah mana kami selanjutnya...


Berdiskusi bersama ayah.....mencari jalan pulang......

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...