Kamis, 25 April 2013

Jalan Baru I Gusti Ngurah Rai, Wisata Belanja Murah Meriah di Batas Kota Jakarta Timur


Jika suatu saat anda melintas keluar kota Jakarta menuju Bekasi, sesekali ambillah jalur di jalan terusan I Gusti Ngurah Rai. Maka anda akan menemui jalan dua arah yang padat luar biasa pada setiap sore hari. Kapadatan ini karena adanya pasar sore disepanjang trotoar jalan, mulai dari stasiun Cakung Jakarta Timur hingga fly over Kranji Bekasi.
Perjalanan melintasi jalur ini memang tidak akan senyaman jika kita melewati jalur tol. Namun menelusuri jajaran pedagang kaki lima yang mengular sepanjang hampir 5 km ini, mata kita akan mendapati banyak kejutan.

Ada banyak barang dagangan ditawarkan, mulai dari jajanan, pakaian, mainan anak-anak, hewan peliharaan, perkakas rumah tangga, elektronika, handphone, sepatu hingga wisata berkuda bagi anak-anak. Semua itu ditawar, kan hampir setiap sore dan dengan biaya yang tidak menguras kocek terlalu dalam.

Pedagang pakaian menguasai hampir 80% area ini. Tidak hanya menyediakan sekedar pakaian dalam, t shirt, jilbab atau daster, baju anak bermerk semacam Nevada, Osh Kosh, Gymboree, Donita turut pula meramaikan koleksi para pedagang di sepanjang jalan yang  kerap di sebut JB ini, akronim dari Jalan Baru.


Bagi anda yang membawa serta keluarga, ada kejutan kecil untuk anak anda. Coba saja wisata menunggang kuda untuk menguji keberanian anak anda. Kuda yang digunakan adalah jenis kuda poni. Selama proses menunggang kuda, pemilik kuda akan selalu memgang tali kendali kuda, berjalan atau berlari menndampingi kuda tersebut. Tarif yang dipatok sangat terjangkau, cuma Rp. 5.000 untuk 1 kali trip sepanjang setengah kilomenter. Hewan lain yang bisa dilihat atau jika anda berminat memeliharanya juga tersedia di sini. Sebut saja Kus Kus, Hamster,ikan hias hingga bebeapa jenis ular.

Menunggang kuda poni di antara keriuhan pasar kaget JB

Sedang mencari handphone baru? Berbagai merk handphone bisa anda dapatkan, mau yang bekas atau baru tinggal pilih. Bahkan jika anda teliti menelusur, anda akan mendapatkan pedagang yang menjual Blackberry atau  Nokia terbaru dengan harga miring. Perkara orisinalitas, tentu saja barang yang ditawarkan adalah kualitas black market. 

Setelah lelah bekeliling pasar sore JB ini, anda bisa rehat sejenak samb il mengisi perut yang lapar. Berbagai menu tersedia di sini dari yang populer seperti bakso, bubur ayam, batagor,otak-otak hingga menu tradisional macam mendoan, lemang atau asinan betawi. Atau ada pula menu baruyag mulai populer yaitu rujak kangkung dan gulai tutut (sejenis keong parasit tanaman padi).

Berencana menelusuri kawasan ini? Jika anda melintas dari arah jakarta, anda bisa  berkendaraan umum dari Jatinegara menggunakan Metromini 506 turun di Pondok Kopi lalu melanjutkan perjalanan menggunakan angkot 03 menuju Jalan Baru  I Gusti Ngurah Rai. Bagi anda pengguna kereta api, anda bisa naik krl jurusan Kota-Bekasi dan turun di Stasiun Cakung. Anda yang berdomisili di Bekasi sebaiknya menggunakan kendaraan apapun untuk menuju Pasar Kranji Lama, lalu meneruskan perjalanan menggunakan angkot 03 menuju Jalan Baru I Gustu Ngurah Rai.

Sebaiknya anda tidak terlalu sore untuk tiba di kawasan ini karena setelah jam 6 sore atau beduk maghrib, keramaian di sini akan berangsur berakhir, para pedagang dan pengunjung akan pulang ke rumah masing-masing dengan sendirinya.Atau perhatikan cuaca, jika langit terlihat mendung dan pertanda akan hujan, ada baiknnya anda memilih hari lain denga cuaca lebih cerah. Cuaca yang tidak bersahabat secara otomatis akan membuat pedagang dan pengunjung berkurang.



Bintara,  20 Mei 2012

Nawal Mengigit Jempol Septi


Semalam, saat saya hendak keluar rumah seorang tetangga belakang mendatangi saya. Tetangga saya ini seorang ibu, dia menggendong anaknya bernama Septi berusia 5 tahun. Dalam pelukan ibunya, Septi terlihat menangis tersengal-sengal. Sang ibu bertanya pada saya, "Maaf bu, ibu ini ibunya Nawal ya?". Saya menjawab,"Iya bu. Ada apa?"

"Bu, tangan anak saya digigit oleh anak ibu!" Ia memperlihatkan jempol kiri Septi. saya memperhatikan dengan seksama, terlihat ada bekas gigitan pada ruas jari Septi. "Bu, kalau bisa anaknya dikurung aja di dalam rumah, gak usah dikelurin. Anak saya nangis kesakitan sampai keringat dingin"

Saya terdiam dan berkali-kali meminta maaf pada Septi dan ibunya. Ibu Septi tidak marah, dia hanya berusaha menahan kesedihan atas kesakitan luarbiasa yang dialami putrinya. Setelah kami berbincang agak lama, akhirnya Septi dan ibunya pamit.

Kemudian, saya dan suami saya  bertanya pada Nawal, apakah benar ia telah menyakiti temannya septi dengan menggit jempolnya. Nawal terdiam, wajahnya sedikit tegang. Suami saya mengulangi pertanyaannya,"Nawal, ayah tanya sama Nawal. Tadi adik gigit jempol Septi?" Nawal menjawabnya dengan anggukan kecil.

"Nawal nggak kasihan sama temannya? Temannya kesakitan begitu"  Ketegangan dan ketakutan atas rasa bersalah dalam diri Nawal memuncak, tangisnyapun meledak.

Malam itu juga,  usai interogasi kecil kami, Saya mengantar Nawal ke rumah Septi. Membujuknya untuk meminta maaf secara langsung pada temannya.

Interogasi kedua saya lakukan pada siang hari, usai Nawal pulang dari TK.
"Nawal, kenapa menggigit jempol Septi?"
"Epi aa, Nawa dipuku ama epi" (Septi jahat, Nawal dipukul sama Septi).
Meski pengucapannya masih kurang jelas, saya mengerti apa yang diucapkannya.

Semalam saya merasa sedih atas perbuatan Nawal terhadap temannya.
Tetapi keesokan harinya saya merasa lega karena Nawal telah memberikan alasan kenapa ia menggigit jempol Septi.
Terima kasih Nawal anakku karena telah bertanggung jawab dengan meminta maaf secara langsung dan menceritakan alasan perbuatanmu.


Bintara, 2 Mei 2011 

MALAM TAHUN BARU PERTAMA SAYA: HIKING KALIURANG-BEBENG

Dua puluh empat jam ke depan, kalender di dinding kamar kerja saya akan berganti baru. Dua puluh empat jam lagi, penera waktu akan diset ula...